Cantik Sekaligus Berbahaya, Inilah Kawah Sileri di Dataran Tinggi Dieng

By franky odniel - 08.54

Pada 21 Agustus 1986, sebuah bencana yang menewaskan lebih dari 1700 orang terjadi di Kamerun. Adalah Danau Nyos, danau yang terletak 315 km dari kota Yaounde, yang menjadi sumber dari bencana tersebut.

Bencana itu rupanya disebabkan oleh pelepasan gas karbon dioksida yang melimpah yang terjadi akibat letusan tiba-tiba. Tak kurang dari 1,2 kilometer kubik gas karbon dioksida yang bersifat menggusur oksigen tersebut menyelimuti Desa Cha Sebum, Nyos dan Kam yang berada di sekitar danau.

Ternyata, hal seperti ini pun ada di Indonesia, yaitu di Dataran Tinggi Dieng. Tak cuma cantik, tapi beberapa kawah di Dieng juga berbahaya, salah satunya adalah Kawah Sileri.
Cantik Sekaligus Berbahaya, Inilah Kawah Sileri di Dataran Tinggi Dieng

Menurut data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pos Pengamatan Gunung Api Dieng di Desa Karangtengah, setidaknya sejak tahun 1943 kawah Sileri terpantau aktivitasnya.

Pada 13 Desember 1944 lebih dari 100 orang meninggal akibat letusan kawah Sileri. Kawah ini pun kembali menunjukkan aktivitasnya pada tahun 1956, namun tidak ada korban jiwa.
Cantik Sekaligus Berbahaya, Inilah Kawah Sileri di Dataran Tinggi Dieng

Hingga pada tanggal 13 Desember 1964 Kawah Sileri kembali memakan korban, sebanyak 114 jiwa meninggal akibat letusan freatik eksplosif dan terus berlanjut pada 2003, 2009, hingga saat ini.

Alih-alih ditinggalkan, Kawah Sileri justru makin ramai pengunjung. Karena kecantikannya sayang untuk disia-siakan.
Cantik Sekaligus Berbahaya, Inilah Kawah Sileri di Dataran Tinggi Dieng

Bayangkan, pemandangan kepulan asap putih dari kawah membumbung tiap saat. Sekeliling kawah pun ada pemandangan pohon hijau dan sawah membentang bagai zamrud.

Kawah Sileri merupakan kawah yang terluas, paling aktif dan sering mengalami letusan. Kawah dengan luas kurang lebih 4 ha ini dapat ditempuh dalam waktu 10 menit dari Pusat Dieng.
Cantik Sekaligus Berbahaya, Inilah Kawah Sileri di Dataran Tinggi Dieng

Kita diperbolehkan untuk mendekat ke area kawah. Terlihat endapan lumpur belerang yang meluap-luap dan mengepulkan asap. Walaupun begitu hanya tercium sedikit saja bau belerang tak seperti saat berada di Kawah Sikidang.
Cantik Sekaligus Berbahaya, Inilah Kawah Sileri di Dataran Tinggi Dieng

Namun, kita mesti berhati-hati. Karena bibir kawah terbuka dan tidak memiliki pembatas. Sekali tergelincir kamu bisa celaka.
Cantik Sekaligus Berbahaya, Inilah Kawah Sileri di Dataran Tinggi Dieng

Walaupun terbilang berbahaya, Kawah Sileri tetap menjadi primadona saat berkunjung ke Dieng. Biar pun 'aman', kita tetap harus berhati-hati ketika ada di kawasan kawah ini.
 

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar