Festival Obon, Tradisi Perayaan Kematian di Jepang

By franky odniel - 22.10

Obon Matsuri adalah salah satu upacara yang sudah menjadi tradisi bagi penduduk Jepang dan diadakan setiap musim panas, biasanya pada bulan Juli atau Agustus. Penentuan tanggal jatuhnya festival Obon ini berbeda-beda tergantung daerahnya.
Obon bisa diartikan menyiratkan reuni keluarga, mereka yang melakukannya meyakini pula bahwa setiap tahun selama masa kanak-kanak, roh nenek moyang kembali ke dunia ini untuk mengunjungi keluarga mereka. 
Festival Obon, Tradisi Perayaan Kematian di Jepang

Berbeda dengan festival Jepang lainnya, Obon matsuri lebih sakral dari mulai mengunjungi kuburan hingga menyalakan api kecil sebagai tanda agar arwah leluhur bisa pulang ke rumah keluarga pada peringatan obon.
Festival Obon, Tradisi Perayaan Kematian di Jepang

Setelah prosesi menyalakan api, pemilik rumah pun langsung berbenah mulai dari bersih-bersih rumah hingga menyajikan beberapa makanan untuk upacara Obon. Dari nasi, buah-buahan, teh hijau, sake serta kue manis yang berbentuk daun lotus menjadi sajian pemilik rumah. Setelah itu, kita dapat melihat mereka menyiapkan sajian tersebut di tempat sesembahan.
Festival Obon, Tradisi Perayaan Kematian di Jepang

Yang tak kalah menarik, upacara satu ini selalu identik dengan adanya sapi dan kuda buatan. Biasanya, sapi terbuat dari terong dan kuda dari mentimun yang dibawahnya dipasangi empat buah sumpit.
Festival Obon, Tradisi Perayaan Kematian di Jepang

Festival ini secara keagamaan masuk ke dalam ritual keagamaan Buddha. Orang-orang juga datang ke kuburan dan menyalakan lampu lampion dan ada pula yang digantung di depan rumah untuk membimbing roh nenek moyang.
Festival Obon, Tradisi Perayaan Kematian di Jepang

Selain itu ada pula tarian obon (bon odori), mengunjungi dan persembahan makanan dibuat di altar dan kuil rumah. Itulah yang dilakukan selama Festival Obon.
Festival Obon, Tradisi Perayaan Kematian di Jepang

Pada akhir Festival Obon, lampion yang bisa terapung akan dilarung ke sungai, danau, dan laut menyimbolkan roh-roh itu mempunyai semangat kembali ke dunia mereka. Budaya itu sangat bervariasi pelaksanaannya dari satu wilayah Jepang ke wilayah lainnya.
Festival Obon, Tradisi Perayaan Kematian di Jepang

Dalam beberapa tahun terakhir, aktivitas Festival Obon sudah menyebar dan kurang terkonsentrasi. Namun, pada hari-hari tertentu masih banyak orang yang melakukannya.

Untuk puncak Festival Obon 2018 diperkirakan berlangsung antara tanggal 11 dan 19 Agustus. Hari tersibuk untuk perjalanan domestik diperkirakan pada tanggal 11-12 Agustus di mana orang-orang akan meninggalkan kota-kota besar dan pada tanggal 15-16 Agustus orang-orang kembali ke kota-kota besar.
Festival Obon, Tradisi Perayaan Kematian di Jepang

Pada saat digelarnya Festival Obon pertengahan Agustus ini bertepatan dengan satu dari tiga musim liburan utama Jepang. Dampaknya akan terjadi peningkatan perjalanan domestik dan internasional juga tingkat akomodasi yang meningkat.

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar