INE: KAMPUNG NELAYAN YANG TENANG DAN INDAH DI KYOTO, JEPANG

By franky odniel - 21.50

Prefektur Kyoto memang tiada hentinya membuat takjub wisatawan dengan berbagai tempat indah yang ditawarkannya. Tak hanya di kuil-kuil, kita juga bisa melihat sisi tradisional Jepang di pesisir Kyoto yang satu ini.

Adalah Ine, perkampungan nelayan yang terletak di distrik Yosa, Prefektur Kyoto, Jepang.
Kampung Ine Kyoto

Di Ine, kita dapat menjumpai bangunan kayu tradisional Jepang yang disebut dengan Funaya. Apabila singgah ke Pelabuhan Ine, kita juga dapat menjumpai Funaya yang berbaris dan menghadap langsung ke Laut Jepang.
Kampung Ine Kyoto

Sejumlah funaya di Ine ini disebut dengan 'Ine no Funaya' atau rumah perahu Ine. Seperti di Venesia, akses untuk masuk ke dalam rumah penduduk adalah dengan menggunakan perahu. Hampir setiap rumah memiliki dua lantai; ruang bawah berfungsi sebagai tempat parkir perahu dan ruang keluarga di lantai dua.
Kampung Ine Kyoto

Karena kondisi perkampungan yang demikian, Kota Ine pun seringkali disebut sebagai Venesia dari Jepang. Ine memang unik dan telah dijadikan sebagai area dengan bangunan tradisional penting oleh pemerintah Jepang. Selain itu, Ine juga tergabung dalam Asosiasi Desa-desa Terindah di Jepang. Wow!
Kampung Ine Kyoto

Pada awalnya, sejumlah rumah perahu itu dibuat untuk memaksimalkan ruang antara laut dan gunung yang ada di Kota Ine. Untungnya ombak di Ine terbilang tenang, sehingga penduduk bisa membangun rumah dengan bahan kayu.
Kampung Ine Kyoto

Sebagian penduduk pun masih banyak yang bekerja sebagai nelayan untuk meneruskan tradisi. Turis yang datang pun bisa mencoba menginap di salah satu rumah kapal yang telah dijadikan penginapan oleh penduduk sekitar.
Kampung Ine Kyoto

Selain suasana ala Venesia, kita juga bisa menikmati hijaunya alam Ine serta menikmati kuliner laut yang pastinya lezat dan segar. Kalau mau coba, sashimi di Kota Ine punya rasa yang juara.
Kampung Ine Kyoto

Festival Ine
Kampung Ine Kyoto

Festival Ine adalah salah satu festival tradisional Jepang yang masih bertahan hingga sekarang. Tidak ada catatan mengenai sejarah atau kapan festival ini pertama kali diadakan. Namun menurut cerita penduduk, festival ini sudah berlangsung lebih dari 400 tahun. Dalam festival ini, para penduduk yang mayoritas adalah nelayan akan berkumpul dan berdoa bersama untuk keselamatan saat melaut dan hasil tangkapan ikan yang melimpah.
Kampung Ine Kyoto

Festival Ine dibagi menjadi dua, Reisai (festival biasa) yang diadakan saat tangkapan ikan sedang sedikit atau laut sedang bergejolak dan menyulitkan nelayan. Taisai (festival besar) diadakan saat tangkapan ikan sedang banyak dan laut terasa begitu tenang. Saat festival biasa atau Reisai, perayaan Festival Ine tidak terlalu meriah. Biasanya sekadar diisi dengan doa bersama berharap laut yang bersahabat dan tangkapan ikan yang lebih baik.
Kampung Ine Kyoto

Namun, saat festival besar (Taisai), kita bisa melihat festival yang begitu ramai dan meriah. Festival akan diadakan dalam dua hari, yang hari keduanya adalah puncak perayaan festivalnya. Setelah berdoa bersama di Kuil Yasaka di Ine, para penduduk akan berbondong-bondong menuju tepi pantai. Bersama dengan para penduduk, kita bisa melihat kapal-kapal yang melakukan parade di teluk yang dihias seperti Yamaboko dalam Festival Gion. Karena ada parade Yamaboko inilah, Festival Ine ini sering juga disebut Festival Gion Laut.
Kampung Ine Kyoto

Dalam parade, kita juga akan melihat kapal-kapal nelayan lainnya yang mengiringi Yamaboko. Ada kapal Saire-sen, di mana seorang anak terpilih akan melakukan pertunjukan dengan mengayunkan pedang dan tombak tradisional sebagai ritual pengusir bencana dan bahaya di lautan. Ada juga kapal Kagura-bune di mana para penari akan menari dengan diiringi alunan drum taiko.

Setelah kurang lebih dua jam berlayar di sekitar laut, kapal akan kembali ke Kuil Yasaka. Para penari dan pemain drum taiko akan turun ke darat dan memulai parade di area Kuil Yasaka. Para penduduk bersama wisatawan kemudian akan menari bersama hingga sekitar jam 10 malam.

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar