KENALI BUDAYA MASYARAKAT JEPANG SAAT FESTIVAL MUSIM PANAS

By franky odniel - 09.29

Musim panas di Jepang merupakan musim yang penuh dengan perayaan Natsu Matsuri, yang berarti Festival Musim Panas. Perayaan Festival Musim Panas di Jepang digunakan sebagai ajang pertunjukkan budaya masyarakat Jepang saat festival musim panas kepada wisatawan. Maka dari itu keseruannya jangan sampai terlewati karena Anda bisa mengabadikan momen langka sebagai pembelajaran budaya.
1. Kenalan Dulu Yuk Dengan Mikoshi dan Dashi, Kuil Mini Yang Menjadi Bagian Budaya Masyarakat Jepang Saat Festival Musim Panas!
Hal pertama yang harus wisatawan ketahui mengenai Festival Musim Panas di Jepang adalah Mikoshi dan Dashi. Mikoshi merupakan kuil portabel yang dianggap sebagai
kendaraan dewa dari setiap kuil, sementara Dashi adalah kendaraan festival yang dianggap sebagai kepemimpinan dari dewa.
Keduanya adalah bagian dari budaya masyarakat Jepang saat festival musim panas, dan juga sama-sama diarak mengelilingi kota. Uniknya, cara pembawaan kedua objek yang dibawa ini berbeda ya! Cara membawa Mikoshi adalah dengan cara dipanggul oleh masyarakat sekitar kuil, sementara Dashi diarak dengan cara ditarik.
Di beberapa festival, turis asing diperbolehkan mengarak Mikoshi. Namun, harap diingat bahwa Mikoshi dan Dashi tak selalu ada di setiap festival. Traveler tak perlu cemas karena Anda bisa cek terlebih dahulu di situs masing-masing Festival Musim Panas di Jepang.

2. Intip Keseruan Festival Nebuta, Festival Musim Panas Terbesar di Jepang Ceriminan Kegagahan Budaya Masyarakat Jepang Saat Festival Musim Panas!
Perayaan musim panas Festival Nebuta diselenggarakan di Kota Aomori pada tanggal 2-7 Agustus. Setiap tahunnya lebih dari 3 juta pengunjung dari seluruh Jepang meramaikan perayaan festival yang juga menjadi cerminan megahnya budaya masyarakat Jepang saat festival musim panas. Membludaknya pengunjung membuat perayaan ini dijuluki sebagai salah satu Festival Musim Panas Terbesar di Jepang.
Festival ini identik dengan Dashi yang diarak mengangkut boneka kertas di atasnya. Lalu di sekelilingnya disemarakkan oleh penari yang disebut dengan Haneto. Haneto menari dengan semangat sambil meneriakkan kata “Rassera.” Keunikan warna dan kemegahan Dashi bisa membuat wisatawan tak ingin melewatkan momen. Jangan lupa siapkan kamera pamungkasmu ya, traveler!

3. Ini Dia Festival Musim Panas di Jepang yang Paling Penting, Yaitu Festival Sanja!
Festival Sanja siap memanjakan pengunjung dengan spot foto cantik dan tak terlupakan, loh traveler! Festival Sanja di Asakusa, Tokyo merupakan salah satu perayaan terpenting di Jepang. Festival Musim Panas ini diadakan setiap tahun selama 3 hari sejak Jumat ketiga di Bulan Mei.
Jika Anda mengira bahwa festival ini diadakan di Kuil Sensoji, maka Anda salah! Festival yang merupakan persembahan untuk Dewa Air tersebut diadakan di Kuil Asakusa, berlokasi di sebelah Kuil Sensoji. Masyarakat Jepang meminta kesuburan kepada Dewa Air dengan cara mengarak mikoshi keliling kota.
Dari foto tersebut saja Anda sudah bisa melihat kekompakan budaya masyarakat Jepang saat festival musim panas bukan? Tertarik untuk berlibur kesana di musim liburan kali ini?

4. Jangan Lewatkan Festival Yosakoi di Kota Kochi! Dijamin Gak Akan Terlupakan!

Festival Musim Panas di Jepang yang satu ini akan membuat pengunjung terkesima. Setiap tanggal 9 Agustus perayaan ini meramaikan kota Kochi, Prefaktur Kochi. Para penari yang menjadi ciri khas Festival Musim Panas di Jepang ini akan membawa naruko, yaitu sebuah alat yang mengeluarkan suara untuk menghadang vermin hama perusak.
Festival Yosakoi memang tak patut untuk dilewatkan, traveler! Pasalnya festival ini termasuk salah satu dari 3 festival utama lainnya di Shikoku, berbarengan dengan Festival Musim Panas Awa Odori di Prefektur Tokoshima dan Festival Niihama Taiko di Prefaktur Ehime.
Usut punya usut ternyata Jepang mempunyai 3 festival Yasokoi terbesar yang diadakan di berbeda tempat, yaitu di Kochi sebagai tempat kelahirannya, kemudian di Kota Sasebo, Prefektur Nagasaki yang diberi nama “Festival Yosakoi Sasebo”, dan Festival Yosakoi Soran di Kota Sapporo, Prefaktur Hokaido.

5. Mau Makan Sambil Bermain? Yuk, Mampir Ke Yatai!
Rasa lapar dan haus usai festival akan hilang ketika bertemu Yatai. Yatai adalah kios-kios yang menjual makanan tradisional Jepang. Yatai menyediakan berbagai variasi makanan seperti Takoyaki dan Es Serut Jepang (Kakigori). Di sini pengunjung bisa melihat langsung proses pembuatan Takoyaki. Selain yatai, kuliner kaki lima siap menjajakan diri Anda dengan makanan dan minuman yang tersedia.
Selain makan dan minum, pengunjung juga bisa bermain di Yatai, loh! Lepaskan penat Anda sejenak dengan permainan semacam  memancing ikan mas atau bahasa Jepangnya kingyosukui dan yo-yo fishing atau disebut juga dalam bahasa Jepang sebagai yo-yo zuri.
Keunikan permainan ini terletak pada alat pancingnya atau yang biasa disebut Poi. Bentuk alat pancing seperti serokan yang terbuat dari stik dan kertas tipis yang gampang sobek bila terkena air. Serunya lagi, nih, ikan mas atau balon air yang berhasil dipancing bisa dibawa pulang, loh, traveler!
Tak usah ragu saat memainkan permainan yang merupakan salah satu budaya masyarakat Jepang saat festival musim panas ini ya! Bila Anda memang berbakat, Anda boleh kok membawa pulang ikan sebanyak apapun yang Anda inginkan. Namun, jangan lupa untuk membayar uang sewanya ya!
Menikmati Festival Musim Panas di Jepang jangan sampai melupakan oleh-oleh untuk orang terkasih, ya! Ada Yatai yang khusus menjual aksesoris ala Jepang seperti topeng anime yang populer di kalangan anak-anak. Ada juga galeri “tembak berhadiah” yang hadiahnya bisa pengunjung berikan kepada orang tersayang. Wah, permainannya seperti yang ada di drama percintaan saja, ya!   

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar