Kuil Hozenji: Kuil Buddha Berusia 4 Abad di Osaka, Jepang

By franky odniel - 07.47

Kawasan Dotonbori di Osaka dikenal sebagai destinasi wisata belanja. Ada banyak toko barang branded di kawasan ini. Selain itu, puluhan papan reklame yang 'hidup' saat malam tiba semakin menambah semarak suasana Dotonbori.
Kuil Hozenji: Kuil Buddha Berusia 4 Abad di Osaka, Jepang

Tak jauh dari hingar bingar area Dotonbori ini, kita bisa menyusuri jalan/lorong kecil yang dikenal dengan Hozenji Yokocho. Dinamakan demikian karena lorong selebar 4 meter ini berakhir di Kuil Hozenji, sebuah kuil Buddha yang dibangun sejak jaman Edo (sekitar tahun 1600).
Kuil Hozenji dan Patung Fudo Myo-o
Kuil Hozenji: Kuil Buddha Berusia 4 Abad di Osaka, Jepang
Kuil Hozenji – via livingnomads.com
Meski lokasinya cukup tersembunyi di balik pertokoan, ada tanda-tanda yang jelas soal keberadaan kuil ini. Dari jalan raya, Kuil Hozenji ditandai dengan gerbang kayu dan prasasti yang terbuat dari batu. Masuk ke dalam, kita akan melihat altar pemujaan yang dilengkapi dengan lampion-lampion.
Kuil Hozenji: Kuil Buddha Berusia 4 Abad di Osaka, Jepang
Via flickr.com oleh Mano Cyprus
Kuil ini digunakan oleh masyarakat setempat untuk berdoa dan beribadah. Di kuil yang menjadi salah satu bangunan kuno yang dilindungi pemerintah ini, mereka berdoa kepada Fudo Myo-o, salah satu dari Five Wisdom Buddhas yang dipercayai oleh warga lokal Jepang.
Kuil Hozenji: Kuil Buddha Berusia 4 Abad di Osaka, Jepang
Via expedia.ca
Yang unik dari Patung Fudo Myo-o ini adalah patung tersebut diselimuti oleh lumut berwarna hijau dari ujung ke ujung. Lumut ini menyelimuti patung Fudo Myo-o selama puluhan tahun karena kisah yang dipercayai warga setempat.

Sekitar 80 tahun yang lalu, seorang wanita mengaku permintaannya dikabulkan setelah menyiramkan air ke patung Fudo Myo-o. Setelah cerita ini menyebar, akhirnya banyak orang yang meniru ritual serupa.
Kuil Hozenji: Kuil Buddha Berusia 4 Abad di Osaka, Jepang
Via covermore.co.uk
Akibatnya, patung ini pun diselimuti lumut karena lembab disiram air. Kini patung tersebut dikenal dengan sebutan 'Mizukake Fudo' alias Patung Fudo yang diperciki air.
Hozenji Yokocho
Kuil Hozenji: Kuil Buddha Berusia 4 Abad di Osaka, Jepang
Pesona lain kuil Hozenji ini terletak di Hozenji Yokocho atau jalan setapak yang menuju kuil Hozenji. Kita bisa menemukan berbagai jenis toko dan restoran di sisi kiri dan kanan. Selain itu, patung-patung Buddha, lentera, dan berbagai tulisan Jepang yang dipasang di depan toko akan menambah semarak perjalanan kita menyusuri jalan ini.
Kuil Hozenji: Kuil Buddha Berusia 4 Abad di Osaka, Jepang

Pada zaman Kekaisaran Edo, drama atau teater sering dipentaskan di sepanjang jalan menuju Kuil Hozenji. Penduduk kota Osaka akan berkumpul dan menonton dari rumah-rumah di sepanjang Hozenji Yokocho. Inilah cikal bakal munculnya toko cendera mata dan restoran sampai hari ini.
Kuil Hozenji: Kuil Buddha Berusia 4 Abad di Osaka, Jepang

Salah satu restoran yang tidak boleh terlewat adalah restoran Meotozenzai. Restoran ini menjadi terkenal setelah Sakunosuke Oda (seorang penulis terkenal di masa 1940-1960 an di Jepang) menuliskan kisah cinta yang penuh tantangan antara Ryukichi dan Choko.  Di akhir cerita, Choko dan Ryukichi bertemu dan pergi ke Hozenji di Osaka. Di restoran Meotozenzai inilah, Choko berkata kepada Ryukichi, “Menjadi pasangan lebih baik daripada menjadi sendiri.” Perkataan Choko yang mengisahkan mengenai pengorbanan untuk memilih cinta sejati inilah yang dikenal luas di Jepang.
Kuil Hozenji: Kuil Buddha Berusia 4 Abad di Osaka, Jepang

Restoran yang menjadi latar tempat kisah tersebut ternyata ada di dunia nyata, yakni restoran Meotozenzai di Hozenji Yokocho. Menu andalan di restoran ini adalah Meoto Zenzai, yakni sup kacang merah dengan sebuah mochi di tengah-tengah mangkuk. Arti Meoto Zenzai sendiri adalah menjadi pasangan seribu tahun atau menjadi pasangan abadi. Menikmati sup ini bersama dengan pasangan atau orang yang dicintai dipercaya akan membuat cinta kita selalu abadi.
Kuil Hozenji menjadi daya tarik tersendiri bagi turis-turis yang menjelajahi Kawasan Dotonbori. Kuil yang usianya hampir 4 abad ini menjadi bukti bahwa di balik modernisasi, Jepang masih tetap mempertahankan budaya dan tradisi yang mereka pegang selama berabad-abad.

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar