PHOENIX HOUSE: PENGINAPAN YANG DIBANGUN DI ATAS LAHAR BEKU

By franky odniel - 00.11

Salah satu alasan dikembangkannya wisata dengan konsep yang ekstrem adalah banyaknya turis yang mendambakan pengalaman yang menantang. Hal tersebut turut menjadi alasan dibuatnya penginapan ekstrem di Pulau Hawaii yang satu ini.
Phoenix House: Penginapan yang Dibangun di Atas Lahar Beku

Berlokasi di dekat Gunung Api Mauna Loa di Hawaii, berdiri satu rumah super esktrem yang bernama Phoenix House. Bagaimana tidak, penginapan itu berdiri di atas aliran lahar panas yang telah membeku.
Phoenix House: Penginapan yang Dibangun di Atas Lahar Beku

Yang lebih mengerikan lagi, Phoenix House hanya berjarak sekitar 6 Km saja dari puncak gunung api Mauna Loa. Penginapan itu pun didesain oleh Wil beilharz dari firma arsitek ArtisTree.
Phoenix House: Penginapan yang Dibangun di Atas Lahar Beku

Bukan tanpa alasan, penginapan itu dibangun sebagai bentuk penghargaan pada bumi. Bayangkan saja, kita dapat melihat panorama lahar dingin dan puncak Gunung Api Mauna Loa dari jendela.
Phoenix House: Penginapan yang Dibangun di Atas Lahar Beku

Pemilik rumah yang bernama Jade pun menjelaskan bahwa nama rumahnya itu diambil dari sebuah burung legenda yang menjadi simbol dari kematian dan kelahiran kembali. Ditambahkan oleh Jade, kalau rumahnya sangat pas untuk berkontemplasi.

"Jika kamu butuh ruang untuk merasakan pengalaman terlahir kembali dari abu, datang lah ke Phoenix House!" ujar Jade seperti yang dikutip dari Daily Mail.
Phoenix House: Penginapan yang Dibangun di Atas Lahar Beku

Secara penampilan, Phoenix House dibangun setinggi dua lantai dengan bahan truk kontainer yang dilapis kayu dari luar. Layaknya rumah, Phoenix House juga memiliki fasilitas penunjang seperti kamar mandi, ruang tidur hingga tempat parkir.
Phoenix House: Penginapan yang Dibangun di Atas Lahar Beku

Bagi mereka yang cukup bernyali juga diizinkan untuk mencoba menginap lewat situs Airbnb. Tarif menginap per malamnya adalah USD 125 atau sekitar 1,6 juta rupiah. Berani menginap di sini?

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar